Tampilkan postingan dengan label News Paroki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Paroki. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

Apa itu Sakramen Krisma ?

Sakramen berasal dari kata ‘mysterion’ (Yunani), yang dijabarkan dengan kata ‘mysterium’ dan ‘sacramentum’ (Latin). Jadi sakramen-sakramen Gereja merupakan tanda yang kelihatan dari rahasia/ misteri Kristus -yang tak kelihatan- yang bekerja di dalam Gereja-Nya oleh kuasa Roh Kudus. Betapa nyatanya ‘rahasia’ ini diungkapkan di dalam sakramen-sakramen Gereja, terutama di dalam Ekaristi.

Dikutip dari imankatolik.or.id,  Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17 "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.

Seperti yang dilansir dari indocell.net, dalam Sakramen Baptis, kita disambut dalam persekutuan dengan Kristus. Dalam Sakramen Penguatan, kita disambut dalam persekutuan dengan suatu komunitas, yaitu Gereja Katolik.
Sedangkan, informasi yang didapat dari wikipedia, Sakramen Krisma atau yang disebut dengan sakramen penguatan adalah sakramen ketiga dalam inisiasi Kristiani. Sakramen ini diberikan dengan cara mengurapi penerimanya dengan Krisma, minyak yang telah dicampur sejenis balsam, yang memberinya aroma khas, disertai doa khusus yang menunjukkan bahwa, baik dalam variasi Barat maupun Timurnya, karunia Roh Kudus menandai si penerima seperti sebuah meterai. Melalui sakramen ini, rahmat yang diberikan dalam pembaptisan "diperkuat dan diperdalam". 

Berdasar dokumen gereja Kitab Hukum Kanonik 880 ayat 1, Sakramen penguatan diberikan dengan pengurapan krisma pada dahi, yang hendaknya dilakukan dengan penumpangan tangan serta dengan kata-kata yang diperintahkan dalam buku-buku liturgi yang telah disetujui. Kitab Hukum Kanonik 880 ayat 2, Krisma yang dipergunakan dalam sakramen penguatan haruslah dikonsekrasi oleh Uskup, meskipun sakramen diberikan oleh seorang imam.
Di kebanyakan Gereja Katolik, seorang Uskup-lah yang memberikan isyarat penyambutan itu. Perkecualian terjadi apabila calon penerima sakramen adalah orang dewasa yang baru masuk Katolik. Maka, imam pembimbing yang menerimakan Sakramen Penguatan. Bapa Uskup atau imam menyatakan sambutannya dengan isyarat tangan yang artinya “kami menghormatimu, kami menyambutmu dalam keluarga Katolik.”

Dalam inisiasi sebagai seorang Kristen, pengurapan adalah tanda sakramen dari pernyataan Setuju (Konfirmasi), disebut “peng-Khrisma-an” di Gereja Gereja di Timur. Makna dan Kekuatan Sesungguhnya hanya bisa didapat bila dipersatukan dengan pengurapan yang dilakukan oleh Roh Kudus, oleh Yesus. Krisus (dalam bahasa Yahudi “Mesias”) berarti Dia “Yang Diurapi” oleh Roh Kudus. – Katekismus Gereja Katolik. (jff/ric)

Jumat, 27 Juli 2012

Kongres Ekaristi Keuskupan Surabaya Di Poh Sarang Kediri

Pada bulan Juni 2012, Keuskupan Surabaya mempunyai satu peristiwa bersejarah yang berkaitan dengan penghayatan hidup beriman Katolik yaitu Kongres Ekaristi Keuskupan Surabaya yang berlangsung pada tanggal 22-24 Juni 2012. Kongres Ekaristi Keuskupan surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2012 yang diadakan di Poh Sarang Kediri. Ini merupakan yang pertama kali di Surabaya . Kongres Ekaristi ini bertemakan: “"Ekaristi: Persatuan dengan Kristus dalam Perutusan Gereja". Kongres Ekaristi sendiri adalah salah satu wujud devosi terhadap Ekaristi, yang adalah puncak dan sumber hidup umat beriman Katolik. Kongres Ekaristi diawali pada tahun 1881 di Perancis yang kemudian berkembang ke seluruh Eropa dan seluruh dunia. Tahun 2012 ini merupakan pelaksanaan Kongres Ekaristi Internasional yang ke 50 (rata-rata 4 tahun sekali),yang dilaksanakan di Dublin ,Irlandia tanggal 10-17 juni 2012.Ada tiga tujuan yang ditegaskan dalam Kongres Ekaristi Internasional kali ini yaitu pertama memajukan kesadaran akan posisi sentral ekaristi dalam hidup dan misi Gereja , kedua meningkatkan pemahaman akan liturgi dan penghayatan liturgy , ketiga mendorong perhatian pada demensi sosial Ekaristi. Dengan mencapai tujuan yang sama maka tahun ini Keuskupan Surabaya melaksanakan Kongres Ekaristi yang pertama kali dilaksanakan di Poh Sarang Kediri. Dapat kita bayangkan untuk sampai di Keuskupan Surabaya membutuhkan waktu 131 Tahun.
Pada sesi Romo Dr.Boli Ujan SVD ini kita aakn menyegarkan,memperluas dan memperdalam pengetahuan iman kita akan Ekaristi.Pada akhir setiap perayaan Ekaristi kita memperoleh berkat Allah melalui imam,atas nama Allah memberikan berkat ,kemudian menyatakan : “Saudara sekalian perayaan ekaristi sudah selesai ,maka umat menjawab syukur kepada Allah .Selanjutnya ,atas nama Allah ,imam menyampaikan perutusan marilah pergi !kita diutus, umat menjawab Amin. Dengan diutus itu menjadi Ekaristi : mewujudkan hidup yang ekaristik;menjadi roti yang dipecah dan dibagikan kepada banyak orang.Dengan demikian Ekaristi harus di teruskan dalam kehidupan sehsri-hari,apa yang terjadi di altarGereja diteruskan dalam altar kehidupan setiap hari;seluruh umat telah menerima berkat kasih Allah yang menyelamatkan dan sekarang diutus untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Oleh karena itu Ekaristi adalah sumber dan puncak bukan hanya kehidupan Gereja tetapi juga perutusannya,Gereja yang sungguh ekaristis adalah Gerja yang missioner .Kita juga tidak dapat menghampiri meja Ekaristi tanpa ditarik kedalam perutusan yang bermula dalam hati Allah sendiri,dimaksudkan untuk mencapai semua orang.
Sebelum kita menerima perutusan dalam Ekaristi kita telah menerima komuni Yesus yang tinggal dan menyatu dalam diri kita. Dalam arti yang tertentu sebenarnyakita ini adalah tabernakel yang hidup,oleh karena itu setelah Ekaristi kitas hendaknya memelihara dan mengembangkan kekudusan hidup terus menerus . Adapun yang dimaksud hidup yang kudus adalah selalu ada dalam hubungan tak terpisahkan dengan Yesus ,sumber kekudusan .Dalam hidup kita sehari-ahri dapat kita bedakan menjadi tiga bentuk hubungan yaitu yang pertama kontak kita dapat basa-basi sebentar ,setelah itu hilang ,misalkan kita berjumpa orang di sebuah perjalanan di bus atau di kerta api pasti kita Tanya nama ,asal ,darimana , cerita sana –sini lalu selesai. Yang kedua relasi hubungan yang tertuju pada pemenuhan kebutuhan ,misalkan selam apembeli barang yang kita inginkan dia akan berhubungan dengan penjual atau sebaliknya atau seorang yang sakit membutuhkan kesembuhan maka ia akan berhubungan dengan dokter ,ketiga Interaksi hubungan hubungan yang berpengaruh terus menerus sepanjang hidupnya misalkan orang tua dengan anaknya yang orang tuanya sudah meninggal namun tetap berpengaruh pada anaknya.
Pengudusan dalam diri Yesus masuk dalam nomer 3 sehingga Yesus sungguh berpengaruh dalam setiap langkah kehidupan orang beriman. Pengaruh yesus terus menerus hidup dalam diri kita maka selalu memohon rahmat kekudusan dari tuhan Yesus dalam kesetiaan doa pribadi,selalu bertekun mendengarkan sabda Allah baik dalam Alkitab maupun yang kita dengar melalui peristiwa hidup sehari-hari ,belajar terus menerus menyukuri hidup,dan peka maupun waspada terhadap kekuatan yang merusak hubungan dengan Yesus; seperti berbuat dosa .maka Sakramen pengakuan dosa menjadi sangat penting bagi hidup orang beriman .
Menurut salah satu peserta kongres ekaristi dari misdinar yang namanya Parulian simanjuntak dari Paroki Magetan berkata kalau bisa setiap kevikepan ada harus ada salah satu team buat misdinar khususnya di luar kota.
Pada keesok harinya acara Kongres ekaristi di tutup dengan misa bersama yang di pimpin oleh Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono dan pada kesempatan itu pula juga ada perayaan komuni pertama Paroki Blitar dan Kediri yang diikuti oleh 400 anak peserta komuni pertama. (jff)

Pelatihan Dirigen Tingkat Dasar Kevikepan Surabaya Utara


Pada hari Minggu, 01 Juli 2012 Kevikepan Utara Surabaya mengadakan pelatihan dirigen yang ada disetiap Paroki yang ada seperti Paroki Santo Mikael Perak, Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya, Paroki Santo Vincentius A Paulo Surabaya, Paroki Kristus Raja, Paroki Marinus Yohanes, Paroki Ratu Pecinta Damai, dan Paroki Santa Maria Tak Bercela. Acara diadakan di Gereja Kristus Raja Surabaya dihadiri oleh 40 orang peserta dari masing-masing Paroki. Pelatihan dirigen ini dipimpin oleh Antonius Teguh Wijayanto,acara ini di bagi menjadi dua kelompok yang pertama dari tanggal 01-29 Juli 2012, dan kelompok kedua dimulai pada bulan Agustus 2012.
Jika seorang yang mau menjadi seorang dirigen harus memiliki bakat dan keahlian,maka kita perlu mempelajari itu semua. Bakat seorang dirigen harus memiliki pendengaran yang baik.Tidak perlu pendengaran yang absolute atau bakat untuk menentukan nada dari awal suatu bunyi tanpa memeriksanya dengan instrument atau garpu tala. Yang penting adalah pendengaran yang relative yaitu bakat untuk mendengar selisih antara dua nada. Bakat ini dapat dilatih sehingga dapat dirasa perbedaan antara bunyi dua senar yang nadanya sama tapi tidak selaras ( fals ). Kedua Seorang dirigen juga harus berwibawa yaitu dirigen harus mampu untuk mempengaruhi orang lain ( sugesti ); ia harus mampu berbicara dengan luwes dimuka sekelompok orang. Tentu saja seorang dirigen harus memiliki perasaan yang peka dalam pergaulan.Ketiga seorang dirigen harus dapat mengurus suatu organisasi yaitu pada umumnya nilai dari bakat yang terakhir ini dalam praktek kurang mendapat perhatian. Padahal 90% tugas dari dirigen terdiri dari urusan organisasi. Semakin baik persiapan teknis semakin besar kans berhasilnya musik yang akan dimainkan.
Maka yang paling penting bagi seorang dirigen adalah “kesabaran dan sikap tenang”, seorang dirigen tidak boleh menjadi gelisah,karena setiap sikap yang kurang tenang atau kurang konsantrasi akan segera dirasakan olah para penyanyi. Seorang dirigen juga harus dapat menciptakan suasana senang dan gembira. Penyanyi tidak akan bisa bernyanyi dengan baik kalau rasa senang dan gembira dirampas dari hatinya. Adapun pengertian dan kealihan seorang dirigen itu sangat penting yang dapat dan harus dipelajari dengan insentip oleh seorang dirigen ialah bagai mana membentuk suara. Meskipun keindahan suara seorang dirigen tidak bisa ditintut,namun ia sendiri harus menguasai teknik bernyanyi dengan bermacam-macam ekspresi agar ia bisa memberikan contoh yang baik. Setiap paduan suara benyanyi dan berbicara sebagaimana dirigennya. Penting juga bagi seorang dirigen bahwa ia sendiri telah lama ikut bernyanyi dalam paduan suara yang terpimpin dengan baik. Disini ia dapat mempelajari “kehidupan” paduan suara dari dalam.
  Antonius Teguh Wijayanto juga menjelaskan bahwa syarat-syarat menjadi dirigen itu harus pendengaran yang baik,kepribadian yang baik (wibawa,kemampuan mensugesti,kemampuan organisasi,sabar) ,pengalaman menjadi anggota kor,kemauan untuk belajar teknik vokal,teori musik ,ilmu harmoni,ilmu bentuk musik , sejarah musik ,teknik aba-aba.
Adapun materi yang diberikan yaitu materi pelatihan sikap siap,aba-aba satu,dua,empat,enam dan tiga pukulan per birama,mengakhiri nyanyi,mengganti tempo,fermata,aba-aba tegas dan lunak,aba-aba corong,membagi pukulan ,memberi aksen,mengganti irama,irama bebas atau resitatif,kanonatau polifon.
Maka tujuan memberikan aba-aba itu memperlihatkan irama(time beating),mengingatkan kembali hal-hal yang telah diterangkan (ekspresi,intonasi). Aba-aba yang baik jelas dan sederhana dan setiap gerakan dirigen harus mengabdi kepada musik.Tujuan sikap siap agar tercapai konsentrasi.Sikap siap yang baik pada seorang dirigen adalah kedua tangan didepan dada,garis perpanjangan kedua lengan bertemu,prinsip tali kekang,dan berdiri kokoh bertumpu pada kedua kaki.Gerakan pendahuluan mempunyai tujuan memberik tanda mulai satu pukulan (penuh)sebelum insetting,jangan terlalu besar disertai tarikan nafas(jff).

Seminar Pertumbuhan PDKK St Theresia Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya

Persekutuan Doa Katolik Karismatik (PDDK) Santa Theresia mengadakan seminar dilaksanakan selama empat yang dibawakan dengan sangat ringan dan bermakna. Ya itulah seminar pertumbuhan yang dilaksanakan pada hari senin-kamis mulai tanggal 2-5 juli 2012 di SMAK Frateran yang berlangsung pada pukul 18.00-21.00 WIB. Seminar Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari Seminar Hidup Baru yang sudah dilaksanakan di Gereja kristus Raja pada bulan januari 2012. Kita mencoba flashback kembali apa yang sudah diberikan pada Seminar Hidup Baru,seminar ini memiliki dampak yang cukup baik ,umat yang awam atau tidak mengerti tentang PDDK mulai ikut bergabung dengan PDKK dan bertumbuh dalam Kristus bersama-sama.
 
Peserta yang hadir dalam Seminar Pertumbuhan sangat berantusias sekali ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang hampir sama dengan peserta Seminar Hidup Baru. Seminar ini diikutu oleh PDKK St Theresia Kelsapa,PDKK Marinus Yohanes,PDKK Pencinta Damai, PDKK Kristus Raja, dan PDKK Domus Gloria. Seminar ini sangat luar biasa memiliki susunan panitia yang berasal dari berbagai macam PDKK (Persekutuan Doa Katolik Karismatik) yang ada disurabaya di bawah BPK Surabaya korwil 5 korbit 3. Ternyata panitia juga sudah merupakan satu kesatuan sejak di Seminar Hidup Baru,sehingga persiapan kegiatan ini (sejak Mei minggu ke-4) tidak menemukan masalah yang berarti.

Jika kita berbicara tentang seminar tentu saja kita tidak akan ketinggalan dengan yang namanya seorang pembicara.Semua pembicara yang hadir dalam Seminar ini merupakan dari BPK Surabaya dan yang sudah expert di bidang public speaking. Ini terbukti dalam setiap sesi yang diberikan ,seminar yang dibawa dengan santai sangat mengesankan menggunakan banyak sekali perumpamaan yang dekat dengan umat.

Hari yang pertama setiap peserta yang hadir diberikan penjelasan tentang doa ,maka perlu kita ketahui doa itu sebenarnya adalah nafas kehidupan rohani,agar hidup rohani kita tidak mati maka kita perlu setiap hari berdoa.Doa itu sendiri merupakan dialog antara dua orang yang bercakap-cakap,tetapi dao kita sering satu arah saja yaitu hanya meminta saja dan kita harus juga mendengarkan suara Allah. Doa tersebut memilki dua relasi arah dengan Allah yang disediakan bagi kita anak-anak Allahs semua itu butuh proses .Adapun syarat utama dari doa kita adalah percayakarena jikalau tidak akan sulit mendapatkan perjumpaan dengan Tuhan .Ketika kita lebih menggunakan logika maka kita akan sulit mengalami Tuhan karena apa yang kita lihat sudah menjadi apa yang menurut pandangan kita sendiri.

Pada saat kita berdoa hal –hal yang mendukung kelancaran doa kita sikap hati yang jujur dan terbuka tentu pada saat itu kita bercakp-cakap dengan Allah tidak perlu terlalu formal,mohon bimbingan roh Kudus,waktu yang tetap,tempat yang tetap,lakukan setiap hari,dan fisik yang dipersiapankan dengan baik.

Seminar yang sudah berakhir pada hari kamis itu semua panitia menampilkan yel-yel dan mempromosikan PDKKnya masing.PDKK ini memiliki banyak kerinduan akan umat yang mau terlibat dan anak muda yang ikut bergabung dalam PDKK. PDKK St Theresia yang ada di Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya megajak para orang muda untuk bersama-sama ikut PDKK yang diadakan rutin pada hari rabu minggu pertama dan minggu ke tiga dib alai Paroki lantai 2. Maka mari kita berkomunitas untuk menumbuh kembangkan iman kita kepada Yesus .(jff/ste)